Selasa, 12 Januari 2021

Patut Dicoba: Menjadi Penulis Buku Kilat


 

Pelatihan menulis hari ini Senin, 11 Januari 2021 dimoderatori oleh Mr. Bams, seperti biasanya kegiatan ini dibuka oleh moderator. Selanjutnya Mr. Bams memperkenalkan narasumber dengan mengirim link youtube dan mempersilahkan nara sumber untuk menyampaikan materi.

              Sebelum melanjutkan sharingnya, bu Eva Hariyati Israel (nama narasumber kita malam ini) meminta peserta pelatihan untuk mengisi jamboard. Jamboard diisi dengan apa motivasi kita mengikuti pelatihan ini dan apa target kita mengikuti pelatihan ini. Banyak teman-teman yang berhasil mengisi jamboard tersebut, sayang sekali saya belum berhasil, padahal sudah diberi beberapa tutorial oleh bu Aam dan saya sampai japri bu Aam, tapi tetap saja saya belum berhasil mengisi sampai kegiatan selesai. Semoga lain kali bisa mengisi tanpa harus download aplikasinya di playstore.

                Bu Eva menshare tentang tulisannya di blog yang berjudul “Menulis Buku 7 Hari, Mungkinkah?". Peserta diberikan waktu sejenak untuk jalan-jalan ke blog beliau tersebut. Beliau mengharapkan dari peserta bisa muncul percikan-percikan pertanyaan setelah membaca tulisan beliau di blog tersebut. Dan saya bertanya pada sesi tanya jawab, saya bertanya tentang kalimat yang sering kita ulang kalau kita sedang menulis, dan beliau menjawab memang seperti itu kalau kita menulis, sering mengulang-ulang maksud yang sama, namun apabila kita sudah terbiasa dan sering menulis, insyaAllah akan hilang dengan sendirinya. Oleh karena itu kita harus sering dan rajin berlatih menulis.

                Setelah membaca tulisan bu Eva di blog tersebut, saya merasa termotivasi. Tulisan beliau sangat menginspirasi, menimbulkan rasa ingin mencoba menulis meskipun saya merasa belum bisa, hanya dengan modal pas-pasan kalau istilah orang berdagang.  Setelah dipraktikkan ternyata menulis itu menyenangkan, dapat menghilangkan perasaan gundah gulana di hati, dapat melegakan perasaan yang kadang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, dapat menuangkan ide-ide yang selama ini terpendam, meskipun kadang sulit mencari kata dan kalimat yang enak dibaca. Belum lagi kalau tiba-tiba kehilangan ide ketika menulis, berhenti sebentar kemudian mencari-cari ide lain untuk melanjutkan tulisan tersebut, inilah salah satu tantangannya.

                Bu eva secara tidak langsung menjelaskan bahwa menulis dengan kilat dapat dilaksanakan apabila terdapat niat yang kuat dalam diri kita. Mari kita memotivasi diri kita untuk bisa juga menulis dengan kilat, jangan berpikir bagaimana hasilnya terlebih dahulu, tapi menulislah untuk belajar dan belajar menjadi lebih baik.

                Semoga resume yang saya buat ini dapat bermanfaat untuk saya dan semua yang membaca, dapat membuat kita menjadi semangat menulis apapun bentuk dan hasilnya, menginspirasi kita untuk terus berusaha menjadi lebih baik lagi. Terima kasih bu Eva atas ilmu yang sudah dibagikan kepada kami, semoga menjadi ladang amal bagi ibu aamiin.

Senin, 11 Januari 2021

Silaturrahmi Dapat Menjadi Kekuatan Untuk Memulai Menulis

 


        Awal materi ini dibuka dengan perkenalan narasumber, yaitu ibu Sri Sugiastuti, M. Pd atau yang biasa dikenal dengan nama Bu Kanjeng. Beliau mempersilahkan untuk jalan-jalan sejenak ke blog bu Kanjeng yang istilah topnya adalah blog walking (BW). Beliau berharap dengan silaturrahmi ke blog bisa memicu semangat kita untuk menulis. 

        Ubahlah mindset kita yang selama ini mengatakan bahwa menulis itu adalah bakat, tidak punya ide, tulisan jelek dan lain-lain. Jadikanlah mindset kita bahwa saya bisa menulis, saya mampu menulis dengan baik dan mampu menuangkan ide-ide dalam tulisan. Motivasi internal sangat penting pada saat kita mulai menulis, sehingga diharapkan kita dapat mengaplikasikan ide-ide menulis tersebut dalam bentuk fisik berupa sebuah buku tunggal, atau mulai tergerak menulis di blog pribadi, blog keroyokan seperti kompasiana, gurusiana, atau disatu komunitas yang memiliki Web dan kita diberi kesempatan untuk meramaikan web tersebut.

           Bu Kanjeng menampilkan empat buku untuk dibahas dalam pelatihan belajar menulis malam ini, yaitu yang berjudul: Wow English is So Easy Kids, Catatan Corona Bu Kanjeng, Catatan Motivasi dan Literasi Bu Kanjeng, The Stories of Wonder Woman. Kemudian buku-buku tersebut dibahas satu per satu. 

          Yang pertama dibahas tentang buku Catatan Motivasi dan Literasi Bu Kanjeng, sebagian dari buku ini berisi motivasi, dapat dilihat dari daftar isi yang sebagian besar berisi tentang motivasi, alhamdulillah buku ini sudah pernah dibedah. Si pinki ini diberi kata pengantar oleh widiaiswara dari Jawa Timur yaitu bpk Dr. Marjuki, M. Pd. bu Kanjeng bercerita bahwa mengenal bpk Marjuki karena adanya silaturrahmi dan komunikasi yang baik. Buku pinki ini adalah kumpulan tulisan bu Kanjeng di Blog beliau, ada 3 blog yang masih aktif milik bu Kanjeng.

            Bu Kanjeng mengingatkan bahwa dalam menulis buku, antara judul dan daftar isi harus sesuai, jadi tidak menipu pembaca. Bu Kanjeng membacakan sinopsis buku Pinki ini, kurang lebih sebagai berikut: terdapat kalimat bijak milik Ki Hajar Dewantara yang dikutip dalam buku ini yaitu: Apapun yang dilakukan oleh seseorang itu hendaknya bermanfaat bagi dirinya sendiri, bermanfaat bagi bangsanya dan bermanfaat bagi manusia di dunia pada umumnya. ini adalah suatu ungkapan agar penulis istiqomah sebagai hamba Allah yang berusaha menjadi manusia bermanfaat yang dibutuhkan keberadaannya. Tujuan buku ini diterbitkan adalah demi mengabadikan tulisan, pengetahuan, buah pikiran, juga harapan penulis dalam menghadapi kehidupan yang sementara ini.

            Buku kedua yang dibahas aadalah The Stories of Wonder Woman. Buku ini terinspirasi dari para sahabat hebat yang kuat menghadapi ujian dari Allah SWT. Ada yang tidak mampu menghadapi ujian, ada juga yang mampu menyelesaikan ujian dari Allah SWT dengan baik. Bacalah dan ambil manfaat dan hikmahnya.

            Buku ketiga yang dibahas adalah Wow English is So Easy Kids. ini adalah buku pengayaan bagi siswa Sekolah Dasar. Buku ini diperuntukkan bagi pemula yang ingin belajar bahasa Inggris, buku ini terdiri dari 70 unit yang mudah dipahami, terdapat evaluasi sebagai tolak ukur pemahaman unit-unit sebelumnya. Buku ini dilengkapi dengan kunci jawaban, sehingga sangat cocok bagi orang tua yang mengajari anaknya bahasa inggris. 

          Buku keempat yang dibahas adalah Catatan Corona Bu Kanjeng Pandemi, Kreatifitas dan Literasi. Pengantar dalam buku ini adalah Bpk Dr. Ainun Naim dosen dari IAIN Tulungagung pegiat literasi, bu Kanjeng mengenal beliau karena kekuatan silaturrahmi, tahun 2018 berada dalam satu komunitas yaitu sahabat pena kita. Buku ini merupakan kisah nyata selama pandemi covid 19, kalau penasaran baca buku ini.

            Setelah selesai membahas empat buku, dilanjutkan sesi tanya jawab yang begitu menarik dan paling banyak pertanyaan. Beliau dengan sabar menjawab satu persatu semua pertanyaaan tersebut.

Sesi terakhir adalah penutup, beliau berharap dari pelatihan gelombang 17 ini bisa membuat resume sesuai yang peserta pahami. Dan bisa membuat buku antologi dengan kekuatan silaturrahmi. 

            Demikian resume yang dapat saya tuangkan dalam bentuk tulisan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

        

Minggu, 10 Januari 2021

TRIK JITU MENULIS UNTUK PEMULA ALA IBU RITA WATI

 


Rabu, 06 Januari 2021 adalah hari kedua saya mengikuti pelatihan belajar menulis. karena saya tidak ingin ketinggalan seperti senin kemarin, pukul 18. 30 WIB saya sudah siap-siap depan gawai. Dan benar saja pukul 19.00 WIB tepat pelatihan dimulai, dibuka oleh bapak Sucipto Ardi selaku moderator. Pak Cip (panggilan akrab pak Sucipto Ardi) menyampaikan susunan acara sebagai berikut: 

1. Pembukaan

2. Paparan narasumber

3. Tanya jawab

4. Penutup.

Dan selanjutnya adalah paparan dari nara sumber yaitu ibu Rita Wati.

ibu Rita memberikan link kompasiana tentang "4 Cara Mendapatkan Reward"  dan "Cara Memilih Judul dan Tema agar Tulisan Kita Layak Terbit". Beliau juga memberikan alamat blog nya, ibu Rita menjelaskan awal mula beliau tertarik menulis sejak 2001 di awal menjadi mahasiswa, beliau rajin menulis apa yang ada di pikirannya, meskipun tulisan - tulisan itu hanya disimpan dalam hidden folder, dan menyetempel diri sendiri sebagai "KAMU TIDAK BAKAT MENJADI PENULIS". Namun pandemi covid 19 datang, kemudian beliau mengikuti grup menulis Om Jay, yaitu gelombang 10. dan itu hanya coba-coba, pertemuan 1-5 hanya sekedar membuat resume, dan inilah yang saya alami, hanya membuat resume sementara ini, sambil menyimak dan memahami apa yang pemateri sampaikan.

Dan setelah selesai mengikuti pelatihan ibu Rita banyak menerbitkan buku. Dan inilah Trik Jitu Menulis Untuk Pemula menurut pemaparan ibu Rita:

1. Tentukan tujuan/ motivasi bapak/ibu menulis

2. Tulislah apa saja yang ada di dalam pikiran

3. Tuangkan semua ide yang ada "tunda dulu" untuk mengedit tuntaskan semua ide dalam tulisan hingga selesai.

4. Latihan menulis setiap hari dimulai dari 100 kata kemudian meningkat 150 kata naik lagi menulis pentigraf (menulis tiga paragraf) hingga pada akhirnya bisa menulis 1000 kata perhari.

5. Lakukan setiap hari apalagi ketika mood

6. Setelah semua terbiasa mulai tingkatkan dengan membuat peta konsep atau TOC jika tulisan yang kita buat ingin dijadikan sebuah buku.

7. Mulailah join menulis Buku Antologi (Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri menjadi seorang menulis).

Agar tulisan kita menjadi lebih berkualitas dan enak dibaca, kita harus memperhatikan kaidah-kaidah dasar penulisan. Kesalahan-kesalahan dasar yang sering muncul ketika kita menulis adalah sebagai berikut:

1. Penggunaan huruf besar dan kecil yang tidak tepat

    penggunaan huruf kapital:

    a. dipakai sebagai huruf pertama awal kalimat. contoh: Saya sedang membaca

    b. dipakai sebagai huruf pertama unsur nama orang, termasuk julukan. contoh: Raden Ajeng Kartini

    c. dipakai pada awal kalimat dalam petikan langsung. contoh: "Ayo! kita pulang bu," rengek Joni pada ibunya

    d. dipakai sebagai huruf pertama setiap kata(termasuk unsur kata ulang sempurna) di dalam judul buku, karangan, artikel dan makalah serta nama majalah dan surat kabar, kecuali kata tugas, seperti di, ke, dari, dan, yang, dan untuk, yang tidak terletak pada posisi awal. contoh: Saya telah membacabuku Merajut Asa Sejak Belia

 

2. Paragraf panjang-panjang

    Kita harus bisa membedakan dimana kita menulis, apakah di media sosial, blog atau menulis buku. ketika menulis di sosial media, 2 atau 3 kalimat sudah bisa membuat paragraf baru, hal ini dikarenakan di media sosial orang hanya memiliki waktu 3 menit untuk memutuskan apakah mereka akan melanjutkan membaca atau tidak. Jika kita sudah salah di awal dengan membuat paragraf yang panjang-panjang, pasti orang lain yang berminat membaca tulisan kita hanya sedikit.

3. Penggunaan tanda baca seperti (titik, koma, titik dua, setrip, tanda petik, dsb)

4. Kata baku, kita bisa menginstal aplikasi KKBI V di hp masing-masing

5. Penggunaan kata yang tidak efektif

6. Penggunaan istilah asing yang sering keliru

7. Penggunaan kata depan di yang sering keliru, dipisah atau disambung 

    a. Penulisan digabung/dirangkai kalau:

        1. kata di- menunjukkan fungsi sebagaiimbuhan

         2. kata di- diikuti dengan pembentuk kata kerja pasif. Artinya, penulisan di jenis ini dinilai tepat jika kata kerja pasif bisa diubah menjadi kata kerja aktif (dengan imbuhan me-)

            contoh: ditinggalkan (bisa diubah jadi meninggalkan), ditulis (bisa diubah jadi menulis), diingat (bisa diubah menjadi mengingat)

    b. Penulisan di pisah kalau:

        1. kata di- menunjukkan fungsi sebagai kata depan

        2. kata di- diikuti dengan kata lain selain kata-kata pembentuk kata kerja pasif. kata di- jenis ini bisa diikuti dengan nama tempat, waktu, nama orang, penunjuk lokasi, dsb, serta tidak bisa diubah menjadi kata kerja aktif.

sebelum menulis buku, kita bisa membuat peta konsep, bu Rita memberikan contoh salah satu peta konsep(TOC) yang pernah dibuatnya.

Inilah resume pelatihan hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua.

Selasa, 05 Januari 2021

Pelatihan Menulis yang Terlewati

Seharusnya sesuai jadwal, tanggal 4 Januari 2021
adalah pertama kali pelatihan menulis yang saya ikuti dimulai. 
Apa kabar dengan hari itu?
Pagi itu tanggal 3 Januari 2021 saya sibuk menghabiskan waktu di dalam ruangan kecil dihadapkan dengan kertas-kertas, laptop dan bunyi printer yang sebentar-sebentar terdengar. Tidak ingat makan dan tidak tau kalau diluar sedang hujan lebat. Padahal sudah semalam suntuk dalam ruangan itu, dan mungkin hanya tidur 1 jam tapi masih belum selesai juga tugas ini. 
Dan pagi tanggal 4 Januari 2021, adalah hari pertama sekolah, setelah 2 minggu libur semester (masak iya libur...rasanya tidak ada libur😁).
Dan saya bergegas berangkat ke sekolah membawa banyak berkas hasil lembur selama 3 hari, dan ketika dijalan hujan mulai turun, perjalanan masih saya lanjutkan, dalam pikiran mungkin tidak deras. Tapi ternyata harapan tidak sesuai kenyataan, hujan semakin lebat dan membuat saya terpaksa berteduh. Setelah hujan agak reda, perjalanan saya lanjutkan, sampai di sekolah sudah di sambut kepsek (baca: nagih tugas😆). 
Setelah itu saya pergi ke kantor dinas, dan lagi dijalan hujan lebat, masih saya paksa terus bermotor dan akhirnya berhenti memakai jas hujan. Dan perjalanan tidak bisa saya lanjutkan, karena baju basah, ujung-ujungnya pulang dulu dan minta antar suami pergi ke kantor dinas. 
Sorenya masih lanjut mengerjakan laporan yang belum kelar, mendekam dalam ruangan kecil ditemani lagu-lagu alan walker kesukaan. Hp saya silent supaya bisa konsentrasi bekerja hingga jam 02.00 dini hari. 
Setelah itu bermaksud istirahat, dan iseng-iseng buka handphone. Ya Allah...kaget saya.... di grup WA belajar menulis ada ratusan chat, dan ternyata pelatihan sudah dimulai dan saya lupa tidak mengikuti😭
Masih sempat saya baca-baca tentang om jay memaparkan kisah dan ilmu-ilmu tentang menulis. Tapi saya malam (eh pagi) itu tidak sanggup lagi berkonsentrasi. Jadi semua chat di grup saya kasi bintang supaya nanti tidak hilang, dan saya bisa membacanya lagi. Karena mata sudah tidak sanggup lagi membaca hp, saya melihat jam sudah menunjukkan pukul 03.00 dan saatnya istirahat sejenak.
Mohon maaf om Jay dan bu Aam, mohon dimaklumi. InsyaAllah nanti saya tidak ketinggalan lagi.
Dan maaf belum bisa buat resume hari ini. Semoga pertemuan selanjutnya bisa.... saya bisa.

Ketapang, 5 Januari 2021 


Dan inilah isi resume pada pertemuan pertama tersebut. Selamat membaca.

Narasumber malam ini adalah Bapak Wijaya Kusumah, M.Pd. atau lebih akrab disapa Omjay. Beliau adalah seorang motivator, trainer, guru blogger Indonesia, founder KSGN, founder kelas menulis PGRI, guru TIK di SMP Labschool Jakarta, sekaligus penulis buku. Malam ini Omjay akan bercerita sedikit tentang pengalaman Omjay menulis setiap hari, dan peserta dapat membaca buku digital menulislah setiap hari. Semenjak Omjay memiliki blog pribadi di internet, beliau berusaha kuat setiap harinya untuk menulis di blog. Adanya media blog membuatnya memiliki komitmen untuk menulis setiap harinya. Rasanya kalau tidak menulis sehari saja seperti ada yang kurang atau hilang dalam dirinya. Bagaikan anak kecil yang kehilangan buku tulis karena sedang belajar menulis.

Omjay merasakan ada kenikmatan tersendiri ketika menuliskan kalimat demi kalimat ke dalam blog yang dibuatnya. Omjay merasa harus menjadi produsen pengetahuan dan berbagi informasi melalui tulisan yang tulisannya. Omjay merasa apa yang diketahuinya harus juga diketahui oleh orang lain dengan berbagi (sharing) di dalam blog.

Biasanya Omjay membaca buku dulu sebanyak-banyaknya baru kemudian menuliskannya. Atau terkadang sengaja langsung menulis sambil menunggu waktu sholat dan menggunakan waktu senggang lainnya. Kebiasaan itu tidak terasa sudah menyatu dalam dirinya semenjak 13 tahun lalu memiliki blog. Menulis dan membaca adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan. Tidak ada penulis yang tidak rajin membaca. Semua itu berproses yang dimulai dari adanya ide. Ketika ide muncul segeralah menulis tanpa mengedit terlebih dahulu. Editlah tulisan setelah ide yang ada dalam otak anda sudah tersalurkan dengan baik melalui menulis. Jangan ragu dan takut salah. Teruslah menulis, karena dengan menulis anda akan melatih otak, mata, dan bibir anda agar bersinergi dengan kedua tangan anda. Bila otak, mata, bibir, dan tangan sudah menyatu, maka akan terlahirlah tulisan yang bermutu. Tulisan yang bermutu akan menarik hati setiap orang yang membacanya.

Tiada hari tanpa menulis sudah harus menjadi motto hidup kita. Coba bayangkan bila rutin menulis setiap hari satu lembar atau satu halaman, maka dalam sebulan, sudah memiliki 30 buah tulisan. Apalagi bila rutin setiap hari dalam setahun, maka tulisan akan dapat menjadi sebuah buku asalkan fokus dan komitmen dengan materi yang dituliskan. Bukankah ini sebuah keajaban dari menulis setiap hari?
Oleh karena itu, marilah kita budayakan kebiasaan menulis setiap hari dalam blog kita. Jangan biarkan blog sepi dari tulisan kreatif. Yakinlah pasti bisa melakukannya kalau punya komitmen dan minat yang tinggi dalam menulis. Bila minat sudah terlihat, maka kreativitas akan muncul. Bila kreativitas muncul, maka akan mendapatkan penghasilan tambahan dari menulis itu. Kalau kurang begitu percaya dengan Omjay, silahkan saja coba sendiri, dan lihatlah apa yang terjadi.
Jadilah penulis terkenal dengan membiasakan diri menulis setiap hari. Tidak ada penulis terkenal yang langsung dikenal hanya satu atau dua kali menulis. Mereka semua mengalami apa yang disebut proses menulis. Menulis apa saja yang ada dalam alam pikirannya saat itu dan membuat tulisannya penuh makna agar enak dibaca.

Tulisan yang baik tidak langsung sekali jadi. Karena itu proses editing harus juga dikuasai oleh penulis yang baik bila tulisannya mau dibaca oleh orang lain. Kegiatan pokoknya menulis lalu mengedit sudah harus dibiasakan mulai dari sekarang. Tulislah apa saja yang menarik hati dan tulislah apa saja yang dikuasai. Jangan menuliskan apa yang tidak anda kuasai, karena tulisan anda akan terasa hambar. Seperti sayur tanpa garam. Namun dari semua hal di atas, kita harus dapat menghilangkan rasa malas menulis dan membaca dalam diri, bila ingin menjadi penulis terkenal. Tidak ada satupun penulis terkenal yang tidak rajin membaca dan menulis. Berlatihlah terus menulis sehingga memiliki jam terbang yang tinggi dalam menulis. Tidak ada orang yang pandai menulis selain berlatih dan berlatih.

Menulislah setiap hari dengan hati. Bila hati bertemu dengan hati, maka hati penulis dan pembaca akan menyatu. Biasakan menulis selembar sebelum tidur. Lalu buktikanlah apa yang terjadi.

Semoga kita semua dapat melakukan kegiatan menulis setiap hari dengan komitmen yang tinggi. Bila terdapat kesulitan waktu untuk menulis, maka lawanlah hawa malas dari diri sendiri. Kita harus menjadi panglima dalam diri sendiri. Jangan biarkan diri dipimpin oleh kemalasan. Kalau bukan sekarang terbiasa menulis, lalu kapan lagi?

Setelah puas dengan blog gratisan, Omjay mencoba menulis dengan blog berbayar, dimana bayar domain dan hosting hanya Rp.500.000 per tahun di http://wijayalabs.com, dan hasil yang didapatkan lebih banyak dari investasi yang dikeluarkan, semua itu setelah memiliki blog berbayar. Sebuah artikel bisa dibayar Rp.500.000 bila blog kita ramai pengunjungnya, dan ini bisa menjadi pemasukan bagi yang hobi menulis dan berbagi pengalaman melalui blog di internet.
Salah satu program yang digagas oleh bapak Wijaya Kusumah yang biasa disapa Omjay adalah program belajar menulis dan menerbitkan buku. Ratusan buku sudah diterbitkan dari hasil belajar menulis bersama Omjay dan kawan-kawan selama 20 kali pertemuan. Peserta belajar menulis hanya lewat WA group belajar menulis PGRI. Awal tahun ini, dibuka kembali program belajar menulis PGRI dari pukul 19.00-21.00 wib melalui WA group belajar menulis gelombang 17. Peserta belajar menulis dengan fokus tujuan agar lulus dan mendapatkan sertifikat 40 jam pelatihan. Salah satu narasumber adalah Prof. Eko Indrajit yang menantang para guru hanya menulis buku selama seminggu. Tantangan itu dikerjakan dengan baik dengan munculnya karya tulis guru berupa buku di penerbit mayor. Ketika pelatihan menulis selesai, semua peserta diminta untuk menerbitkan bukunya dengan kata pengantar yang dibuat oleh Omjay. Kreatif Menulis adalah buku terbaru Omjay yang merupakan kumpulan kata pengantar dari buku yang ditulis oleh para peserta belajar menulis PGRI.

Menulis adalah sebuah kegiatan yang bisa dilakukan oleh semua orang. Namun, menulis dengan baik dan mengikuti aturan penulisan yang baik perlu latihan terus menerus. Mantra ajaib Omjay yang mengajak guru menulis setiap hari dan buktikan apa yang terjadi patut dicontoh oleh guru lainnya agar selalu bersemangat dalam menulis apa yang disukai dan dikuasai. Kreatif menulis akan ditemukan dalam buku ini. Semangat berliterasi harus terus tumbuh di kalangan guru, harapannya program belajar menulis dan menerbitkan buku terus berlanjut dan menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.
Berikut ini adalah resensi buku menulislah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi, https://www.kompasiana.com/nanayuuri/5d6fac42097f363c881d3bc2/ajakan-omjay-untuk-menulis-setiap-hari-dan-lihat-hasilnya-resensi-buku dan berikut ini adalah resensi buku catatan harian seorang guru blogger, https://www.kompasiana.com/shafiyafarliando/5ec53d63097f3653f17df5f2/resensi-catatan-harian-seorang-guru-blogger

Tahun 2017, Omjay menjadi pemenang ketiga Lomba Inovasi Pembelajaran tingkat nasional kemdikbud dan mendapatkan hadiah belajar ke negara China di tahun 2019, hasilnya beliau bukukan dalam buku Melejitkan keterampilan menulis siswa melalui buku fiksi dan non fiksi.

Demikianlah materi yang disampaikan oleh Omjay, semoga bermanfaat dan selamat membaca.

Minggu, 27 Desember 2020

Mitos atau Fakta: Dijatuhi cicak artinya sial

Pagi ini, seperti biasanya bangun tidur, selesai sholat dan lain-lain saya membuka jendela kamar dan ketika saya membuka jendela.... tiba-tiba seekor anak cicak jatuh di atas tangan saya, saking kagetnya langsung saya kibaskan cicak itu. Dan sekilas terbesit dalam fikiran saya bahwa ada kisah yang mengatakan dijatuhi cicak artinya akan ada kesialan yang menimpa. Tapi saya hanya diam dan tetap beraktivitas seperti biasa.

Setelah sarapan, suami mengajak saya berbelanja, sekalian menghadiri undangan keluarga pindah rumah. Sehari sebelumnya sudah kami siapkan bingkisan, untuk dibawa menghadiri undangan itu.

Suami meminta saya bekemas dengan cepat supaya tidak terlalu kesiangan karena waktu udah menunjukkan jam 09.00 wib dan banyak tempat yang harus disinggahi hari ini (jadwal padat merayap gaes....). 

Akhirnya kami pergi menaiki si hitam manis (baca: karena udah kotor makanya dipake...huh...). Tempat pertama yang kami singgahi adalah toko cendrawasih, membeli beberapa barang dan segera meluncur ke tujuan selanjutnya, yaitu menghadiri undangan pindah rumah yang terletak di Dalong.

Dalam perjalanan tenang dan santai (baca: karena anak-anak tidak ikut hehe...). Sesampai di tempat tujuan, mobil kami berhenti di tepi jalan dan menyusul beberapa detik kemudian terdengar suara.....brakkkkkkk....dan suara gedoran, saya menoleh kebelakang....dan saya liat ada orang dibelakang menggedor-gedor jendela belakang, tentu saja saya heran dan bertanya kepada suami "Darimana datangnya orang itu?" 
Kenapa saya bertanya begitu, karena sebelum suami saya berhenti di tepi jalan, saya masih menoleh ke belakang untuk memastikan bahwa mobil udah pas berhentinya. Yang lebih anehnya sensor mobil tidak berbunyi sama sekali, sensor itu berbinyi pas waktu terjadi benturan dengan motor itu, sepertinya kejadian itu sangat cwpat sekali sampai sensor tidak mendeteksi. Itu semua yang ada dalam fikiran saya sebelum pengendara motor itu menyuruh kami keluar dari mobil, dan pengendara itu berkata "saya tidak melihat kalau ada mobil di depan, saya anak tiri RT disini"
 Ah mendengar itu, saya menjadi tambah heran... masak iya si hitam manis segede itu tidak kelihatan. Lah terus kenapa juga kalau dia anak RT, aneh sekali..

Akhirnya kami turun dari mobil, tapi suami meminta saya langsung masuk kerumah keluarga yang pindah rumah. Dan suami saya berbicara dengan penabrak itu di luar.

Tidak lama kemudian suami saya masuk ke dalam rumah, ketika saya tanya bagaimana?
Suami cuma bilang, penabrak itu sudah pergi dan penabrak itu mengaku salah karena lengah dalam berkendara. Mendengar itu saya agak tenang, sesambil ngecek mobil ada yang rusak atau tidak, dan alhamdulillah hanya tergores sedikit, harap maklum...tanggal tua hehe....

Eh tiba-tiba penabrak itu datang lagi membawa 2 orang, mungkin yang satu temannya dan satu lagi pak RT. Pak RT nampak tidak terima dengan kejadian tersebut, saya mendengar perbincangan mereka hanya sedikit karena saya bantu-bantu di dapur.  Pak RT berbicara tentang UU, katamya mobil tetap salah, kemudian dijelaskn oleh suami sy kalau UU yang terbaru tidak begitu, dilihat lagi siapa yang salah. Pak RT kemudian terdiam, karena suami saya juga menjelaskan penabrak itu memang salah dan sudah mengakui kesalahannya. Suami saya kemudian bertanya mau bagaimana solusinya? Penabrak itu minta ganti rugi, suami saya memberikan duit Rp.50.000. Dan penabrak itu pergi meninggalkan rumah keluarga yang rumahnya baru dipindahi, tinggal pak RT yang hanya diam dan tidak berkata apapun, mungkin malu atau entah perasaan apa yang dimilikinya. Udah ngaku salah tapi masih minta ganti rugi, jaman sekarang banyak yang aneh-aneh. Suami saya memberikan duit itu supaya urusan cepat selesai karena sedang ada acara, tidak nyaman dilihat banyak orang. 

Pulang dari acara pindahan rumah, kami singgah ke toko baju.... taraaa... senangnya hatiku... meskipun cuma daster n sweeter mendarat di keranjang hehe... di dalam toko saya bercerita pada suami tentang kejadian cecak tadi pagi, dan jawaban suami membuat saya tertawa. Beginilah beliau menjawab "untung bukan buaya yang jatuh di tangan sayang....bisa bahaya"

Setelah dari toko baju, kami singgah ke jakarta alias jalan karya tani yang terkenal murah-murah barangnya, disana membeli beberapa barang dan langsung pulang, singgah di SPBU dan haus melanda... suami bilang mau beli Sejolly minuman segar menyegarkan hehe...dan saya singgah ke alfamart membeli pesanan krucil-krucil dirumah, es krim dan lain-lain. Setelah itu meluncur menuju rumah dengan tenang, karena udah kenyang haha...
Alhamdulillah wa syukurillah.

Jadi menurut pembaca, mitos atau fakta: dijatuhi cicak membawa sial?

Ahad, 27 Desember 2020

Sabtu, 26 Desember 2020

Malam Mingguan

Sebelum covid 19 menyerang, setiap malam minggu selalu mengajak anak-anak refreshing. Kadang cuma jalan-jalan ke mall, kadang hanya beli es teler, kadang cuma pergi foto-foto di tepian sungai Pawan yang pemandangannya sangat luas dan menyejukkan mata. 

Namun sekarang, setelah covid 19 datang, hampir tidak pernah malam mingguan keluar rumah. Sekarang lebih suka buat cemilan dirumah, bermain dengan anak-anak dirumah, menikmati dan melepas penat dengan hanya melihat mereka bermain riang gembira.... eits.... lebih sering nangis-nangis daripada tertawa.

Mereka berebut mainan, berebut channel TV, ah pokoknya ada aja yg diributkan. Biarlah mereka menikmati kebersamaan dengan keluarga. Meskipun sebentar tertawa dan sebentar menangis. Biarlah kelak kisah-kisah ini menjadi kenangan termanis untuk mereka. Menikmati masa kecil layaknya anak kecil. 

Oke... malam ini malam minggu, dan malam ini mereka sibuk bermain, dan kami berdua sibuk memandangi ikan-ikan dalam aquarium, gemericik air yang menenangkan. Menikmati hasil hobi suami tentang dunia perikanan hehe...

Salam bahagia dari keluarga kami🥰😍
Di teras belakang,
Sabtu, 26 Desember 2020. 19.46 WIB

Sabtu, 05 Maret 2016

Bolu Kukus Coklat


Ini resep hasil googling

Resep Bolu Kukus Coklat

200 gr terigu
200 gr gula pasir
1/2 sdt Baking Powder (resep asli 1 sdt)
1/2 sdt soda kue
1/2 sdt garam
1 sdt vanili
3 sdm coklat bubuk
100 ml minyak goreng
250 ml air (resep asli santan/susu)

Cara buat:
1. Campur semua bahan kering disuatu wadah
2. Campur air dan minyak disuatu wadah, aduk rata,
3. Masukkan bahan no 1(bahan kering) ke bahan no 2 (air dan minyak) aduk rata, jangan terlalu lama, supaya tidak keras
4. Tuang adonan ke dalam cetakan
5. Kukus 15 menit

Selamat mencoba....

Senin, 16 November 2015

Roti Canai atau Roti Maryam

Sumber: fb

Bahan-bahan:
Air hangat 450 ml
Minyak goreng 175 ml
Telur utuh 2 butir
Kuning telur 2 butir
Tepung terigu 1 kg
Susu bubuk 4 sdm
Garam 1 sdt
Margarin secukupnya

Cara membuat:
1. Campurkan bahan basah: air hangat, minyak goreng,  telur utuh,  kuning telur,  aduk hingga rata
2. Masukkan tepung terigu,  susu bubuk,  garam,  uleni hingga kalis.
3. Bentuk bola-bola adonan tadi, letakkan pada tempat yang sudah diolesi minyak,  olesi atas bola dengan minyak, kmudian tutup dengan plastik dan kain basah, biarkan selama 1 jam.
4. Pipihkan bola-bola menggunakan tangan, olesi dengan margarin atasnya,  kemudian gulung memanjang.
5. Gulung gulungan tadi berlawanan arah (seperti buat huruf s)  kemudian tumpuk.
6. Panaskan teflon, beri margarin sedikit.
7. Pipihkan adonan dan goreng hingga matang.

Note:
✔ alasi api kompor dengan seng (saya menggunakan pemanggang ikan) kemudian letakkan teflon,  supaya panasnya merata.

✔ Cara makan: bisa dicocol menggunakan SKM,  saos tomat,  saos sambal,  kari ayam,  kari kambing,  kari daging sapi,  atau sesuai selera.

✔ Sajikan ketika hangat.

Selamat mencoba..... ♥♥♥♥♥

Kamis, 12 November 2015

Bolkus Merah Jambu

Bahan-bahan:

Gula pasir 225 gr
Telur 2 butir
TBM 1/2 sdm
Tepung terigu 300 gr
Minuman bersoda warna merah 200 ml

Cara membuat:
1. Kocok telur,  gula pasir, TBM dengan kecepatan tinggi sampai kaku.
2. Masukkan tepung terigu secara bergantian dg minuman bersoda ke dalam bahan no.  1, aduk sampai rata
3. Masukkan adonan ke dalam cetakan yang sudah diberi kertas bolkus.
4. Kukus selama 10 menit

Untuk 16 bolkus

Selamat mencoba....

Jumat, 06 November 2015

Sosis gulung roti tawar

No ribet, cocok untuk musim hujan...

Bahan:
Roti tawar 5 lembar
Sosis 5 buah
Keju 5 lembar
Telur 1 butir
Tepung roti/panir secukupnya
Minyak goreng secukupnya

Cara membuat:
1. Kukus sosis 5 menit.

2. Kocok telur secara terpisah. 

3. Ambil roti tawar,  letakkan keju diatasnya,  kemudian letakkan sosis,  lalu gulung.
4. Gulingkan gulungan roti tawar tersebut pada telur yang sudah dikocok,  supaya gulungannya tidak lepas.
5. Gulingkan gulungan roti tawar tersebut pada tepung panir.
6. Goreng dengan menggunakan api kecil.

Note: Ulangi proses 3-5 sampe roti tawar habis.

Sajikan menggunakan saos sambal, kecap sambal atau mayones

Selamat mencoba....

Foto yang ditampilkan tanpa menggunakan tepung panir.... Stock habis  dan agak sedikit gosong gorengnya hehe... ����

Kamis, 05 November 2015

Bolkus Gula Merah Mempesona

No egg No Mixer

Bahan:
250 gr gula merah
200 ml air
250 gr tepung terigu
1/2 sdt baking soda
100 ml minyak goreng

Cara membuat:
1. Rebus 250 gr gula merah dg 200 ml air sampai mendidih dan gula merah larut.  Saring dan biarkan sampai benar-benar dingin (bisa dimasukkan ke kulkas supaya cepat dingin dan hasilnya bisa merekah sempurna).
2. Masukkan baking soda, tepung terigu, minyak goreng ke dalan larutan gula merah, aduk hingga rata (adonan kental).
3. Panaskan pengukus,  tutup pengukus dilapisi serbet,  cetak adonan bolkus dan kukus selama kurang lebih 15 menit (selama mengukus jangan dibuka tutupnya)

Untuk 15 buah bolkus
Selamat mencoba....

Jumat, 30 Oktober 2015

E-PUPNS MEMBUAT BANYAK PEKERJAAN TERBENGKALAI

Sudah hampir sebulan kami mengerjakan pengisian data d pupns,  pagi ketemu siang,  siang ketemu sore,  sore ketemu malam dan malam ketemu pagi....
Seharusnya bermain bersama anak2 tercinta,  hilang.... Waktu dihabiskan di depan laptop...
Apalagi sebelum adanya jadwal pengisian pupns,  seharian nunggu d depan laptop.... Loading trs.... Mau ngesave data susahnya minta ampun...
Alhamdulillah setelah adanya pembagian jadwal pengisian pupns,  server lancar jaya....
Namun,  ah mngkn udah rejeki dapat jadwal hari rabu, sabtu,  minggu...
Hanya sedikit masalah yang timbul,  tidak bisa mengajak keluarga weekend.... Lalu memelototi laptop.... Dan lagi lagi turun status....
Ah mengapa tidak ada sosialisasi tentang pengisian pupns.... Hal ini menyebabkan kekeliruan pengisian data... Dan turun status lagi....
Semoga setelah ini tidak lagi turun status.... Dan bisa menemani keluarga weekend.... Pekerjaan beres.... Urusan rumah tangga lancar.... Dan kabut asap menghilang.... Dan alhamdulillah hujan dua hari ini dapat menghilangkan kabut asap...